Thursday, 29 March 2018

Usah

Wahai sayang,
Usah kau tangisi nasib yang menimpa mu,
Bukan ia datang bagai musuh,
Tapi hadir untuk menguji.

Duhai sayang,
Kenapa masih bersedih,
Meratapi segala nasib,
Yang tidak jemu mengelilingmu.

Hai sayang,
Berbahagialah dikau,
Ingati lah saat kau gembira,
Kala senyum tabir di bibirmu.

Usah sayang,
Kau terlalu memikir akan nasib malangmu,
Menceriakan hari mereka dengan panggilan mentari,
Namun di hatimu pantang kilat tak lari.

Hei sayang,
Sudahlah engkau begini,
Tiada sapa dari yang lain,
Maka engkau bersendiri.

Cukup sayang,
Sudah tiba kau menghentikan semua ini,
Tiada siapa menghargai dirimu lagi,
Kau sedia tahu apa yang selalu.

Usah sayang,
Biarkan dirimu seperti biasa,
Lantas mereka rasa akan jiwa,
Yang tak pernah wujud atas dasar anggota.

No comments:

Post a Comment