Tuesday, 16 October 2018

Teman

Teman aku sang bulan,
Sungguh aku dalam kekecewaan,
Walau separuh kau terang,
Ia masih mendamaikan malamku.

Dalam sunyi malam,
Aku masih terjaga hiba,
Menanti hari esok akan baik saja,
Sedangkan jam tidak berganjak 12 tepat.

Sungguh begitu aku berharap,
Terus aku rakus menunggu berganti hari,
Tanpa menoleh mengubah diri yang lalu,
Aku masih diriku yang sama.

Hai sang bulan.

Hina sangatkah aku.
Sehingga tiada bisa percaya lagi.

Jijik sangatkah aku.
Lalu dianggap pembawa malang.

Hai bulan,
Mana bintang teman mu.
Adakah nasib mu seperti ku.
Diajak bersama akhirnya ditinggal sendiri.

Ya siang pagi itu menipu.
Ia berdusta.
Mentari itu hanya indah jika dihiasi senyuman tawa.
Maka sebagai galang ganti ia dibawa malam.

Hai bulan.
Masih kah kau menemani ku.
Inginkah kau berjauhan lagi.
Membiarkan ku melayan rasa diiringi lagu nan indah seiring perasaanku.

Makin kau kelam dikabusi awan.
Sunyi kian menyepi,
Saat manusia nyenyak dibuai mimpi,
Aku masih mencari harapan ku.

No comments:

Post a Comment