Thursday, 6 December 2018

Pentas

Hari kita berjumpa segar ingatannya,
Riang ku umpama tiada hari esok,
Menyaksikan kita kebiruan langit,
Seperti menunjukkan hebatnya panahan cinta,

Senyuman bertaut itulah paling bahagia,
Itulah saat luka berjahit semula,
Jika mendung tiba cahaya mentari mencerah,
Maka kalau ribut kian reda menjadi sepoi sahaja.

Sesiapa saja melihatnya akan gembira,
Walhal si penghiba menulis kisah cinta,
Bercerita fantasi puisi asmara,
Semuanya indah belaka.

Namun tiada siapa menjenguk disebaliknya,
Saat langsir melabuh tirai,
Walau dihiasi tepukan gemuruh,
Hatta dibaling bunga yang wangi.

Senyuman terus beransur kendur,
Pandangan kasih menjadi biasa,
Itulah pentas dongeng cinta,
Hanya mengikut rentak mereka.

Tiada yang istimewa,
Semuanya ala ala saja.

No comments:

Post a Comment