Wednesday, 7 November 2018

Tak mengapa

Langit cerah dikaburi awan hitam,
Beratnya dia menahan daripada terus menghujan,
Selagi mampu dia bergerak lain arah,
Agar tiada siapa tempias dek keruhnya rasa.

Tak mengapa,
Selagi senyumnya mencerah dunia,
Dia begitu gembira.

Usah risau,
Hujan gerimis hanya sebentar cuma,
Kelak pelangi muncul jua.

Bukankah ini yang diinginkan,
Menghias diri dengan senyum mentari,
Berteman kejora di malam hari,
Begitu indah hanya jadi pemerhati.

Tak mengapa,
Biarkan ia berlari laju minggir,
Tangan ini kemas melepas pergi,
Bak belon bertali dibiar lepas jari.

Tak mengapa,
Luka berdarah hanya sebentar,
Lambat laun berparut juga.

Tak mengapa,
Jika parut menjadi bukti luka,
Tutupi dengan senyuman tawa,
Semuanya kembali bahagia.

Percayalah.

No comments:

Post a Comment